Hidup Mandiri

Pemuda Deunong Love Valentine's Day Pumping Heart

Jumat, 06 Januari 2017

P E D O M A N PENGELOLAAN PENDIDIKAN TKQ / TPQ

PENDAHULUAN

Pendidikan non formal anak-anak muslim di tingkat TKQ-TPQ / TKA-TPA diharapkan dapat meningkatkan wawasan keislaman dan kemampuan membaca Al Quraan para Santri. Melalui pendidikan ini, insya Allah, akan dihasilkan anak-anak muslim yang mau dan mampu berinteraksi dengan Al Quran.
Agar pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH Desa Deunong Kecamatan Darul Imarah memiliki standard dalam pelaksanaannya, maka perlu disusun suatu panduan. Pedoman Pengelolaan Pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH ini, dimaksudkan untuk memberi gambaran umum petunjuk pelaksanaan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan di Gedung TPQ (Bekas Rumah Pengurus), Masjid dan Mushola. Khusus di Masjid dan Mushola dilaksanakan setiap bulan Ramadhan yaitu kegiatan Praktek Tadarus Al Qur’an 30 Juz.
I. PENDIDIKAN TKQ-TPQ TGK MEURAH
Pendidikan merupakan upaya sistematis pembinaan Siswa / Santri dengan menyiapkan forum yang kondusif. Pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH terdiri dari :
1. Pendidikan Utama 
2. Pendidikan Pendukung.

1.1. Pendidikan Utama
Pendidikan Utama berisi materi-materi yang berperan membentuk generasi muslim yang mengenal baca tulis Al Quran dan taat beribadah, berdo’a dan menegakkan shalat, antara lain :
1. Pendidikan Al Qur’an
2. Pendidikan Ibadah
3. Pendidikan Pasca Khataman
1.1.1. Pendidikan Al Qur’an.
a. Merupakan pendidikan dasar yang membekali Santri dalam membaca dan menulis Al  Quran
dengan menggunakan modul (Jilid).
b. Membina Santri untuk gemar membaca Al Quraan dan mampu menuliskannya.
c. Membekali Santri dalam berinteraksi dengan Al Quraan secara lebih intensif di kemudian hari.
d. Modul atau Jilid 1-5,  Gharib dan Ilmu Tajwid sebagai pedoman dalam pembelajaran Al Quran.
e. Santri yang telah lulus seluruh Modul / Jilid, insya Allah, mampu:
- Membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah bacaan bertajwid.
- Mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan.
- Memahami Ilmu Tajwid.
- Lancar menulis Al Quraan.
1.1.2. Pendidikan Ibadah.
a. Merupakan pendidikan untuk membentuk pribadi muslim yang taat beribadah.
b. Membina Santri untuk mampu menghafal bacaan do’a dan ayat-ayat Al Quran.
c. Membina Santri untuk taat beribadah melaksanakan shalat.
d. Santri yang telah lulus materi ini, insya Allah, mampu:
- Hafal beberapa do’a sehari-hari.
- Hafal surat-surat pendek dalam Al Quraan.
- Melaksanakan ibadah shalat fardlu.
1.1.3. Pendidikan Pasca Khataman.
a. Merupakan pendidikan untuk membentuk pribadi muslim yang gemar membaca Al Quraan.
b. Membina Santri untuk mampu menghafal seluruh Surat Al Quraan dalam Juzz ke-30.
c. Membina Santri untuk mampu membaca (Tilawah) Al Quraan dengan berlagu.
d. Membina Santri untuk mampu menterjemahkan secara lafdziyyah bacaan shalat, ayat-ayat Al
Quran dan bacaan-bacaan doa.
e. Santri yang telah lulus materi ini , Insya Allah, mampu:
- Hafal Al Quraan Juzz ke-30.
- Mampu melakukan Tilawah Al Quraan berlagu.
- Mampu menterjemahkan bacaan shalat, ayat-ayat Al Quraan dan bacaan-bacaan doa tertentu.
1.2. Pendidikan Pendukung
Pendidikan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan beraktivitas sosial. Santri dibina untuk mampu mengekspresikan bakat dan minatnya dalam aktivitas ekstra kurikuler, seremonial dan event perlombaan, antara lain :
1. Ekstra kurikuler
2. PHBI, Seremonial (Peringatan Hari Besar Islam)
3. Event atau lomba-lomba

1.2.1. Ekstra kurikuler.
Membina Santri untuk berkemampuan seni Islami dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang menjadi pilihan para Santri. Adapun ekstra kurikuler tersebut antara lain:
- Menggambar dan Mewarnai.
- Kaligrafi.
- Membaca Puisi.
- Qosidah.
- Drama.
- Seni Tilawah.
- Seni Rebana
- Dan lain sebagainya.
1.2.2. PHBI (Seremonial)
Membina Santri untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seremoni dalam rangka perayaan / peringatan hari-hari besar umat Islam. Adapun aktivitas seremonial tersebut antara lain:
- Perayaan Tahun Baru Hijriyyah.
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w.
- Peringatan Isra’ Mi’raj.
- Kegiatan Bulan Ramadlan (Nuzulul Qur’an, Tadarus, dll)
- Halal Bi Halal
- Dan lain sebagainya.
1.2.3. Event perlombaan.
Membina Santri untuk berprestasi dalam berbagai kegiatan lomba tingkat TKQ-TPQ / TKA-TPA baik yang diselenggarakan internal maupun eksternal. Adapun event perlombaan tersebut antara lain:
- Festifal Anak Shalih Indonesia (FASI).
- Musbaqah Tilawatil Quraan untuk TKA-TPA.
- Lomba melukis dan mewarnai.
- Lomba kaligrafi.
- Lomba 17 Agustus
- Dan lain sebagainya.
II. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Unsur-unsur yang terlibat dalam proses pendidikan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Yayasan atau Lembaga Pendidikan
2. Pengelola Pendidikan
3. Peserta Pendidikan (Santri)
2.1. Pengurus Lembaga Pendidikan TGK MEURAH 
Pengurus Lembaga Pendidikan adalah penyelenggara pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang berkewajiban untuk:
a. Menyediakan Ruang Pendidikan.
b. Menyediakan meja dan kursi atau tempat duduk yang lain.
c. Mempersiapkan alat bantu pendidikan, seperti: microphone, pengeras suara, Komputer dan lain
sebagainya.
d. Mempersiapkan peralatan tulis-menulis dalam proses penyampaian materi, seperti: papan tulis,
kapur, spidol, penghapus dan lain sebagainya.
e. Memberi fasilitas Guru / Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
f. Mempersiapkan modul / Jilid dan materi-materi pembinaan yang lainnya.
g. Memberi dukungan pembiayaan untuk memperlancar proses pendidikan.
2.2. Pengelola
Pengelola adalah Pengurus Lembaga Pendidikan yang bekerja sama dalam mengelola pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Dalam aktivitas pengelolaan sehari-hari, Terdiri dari:
1. Pembina Pengurus
2. Ketua Pengurus
3. Kepala TPQ
4. Tim Mutu (Kordinator)
5. Ustadz/ah
6. Kepanitiaan
7. Komite
2.2.1. Pembina Pengurus
Mengarahkan Ketua dan jajarannya, Komite, Ustadz/ah dalam mencapai tujuan pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Melakukan aktivitasnya antara lain:
a. Mengarahkan proses pendidikan agar tetap dalam jalur kebijakannya.
b. Memantau, mengawasi dan memperbaiki pelaksanaan proses pendidikan.
c. Menyusun pedoman-pedoman yang mendukung proses pendidikan dengan memperhatikan
masukan dari Ketua dan Jajarannya, Komite, Ustadz/ah, Santri dan Orang tua Santri.
d. Menjaga kontinyuitas proses pendidikan agar dapat mencapai tujuannya.
e. Memberikan nasehat kepada Ketua dan Jajarannya dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
Pengelolaan (RKAP) sebagai masukan kepada Pengurus Bidang Pendidikan untuk pembinaan
Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH tahun berikutnya.
g. Menerima laporan keuangan dari TKQ – TPQ TGK MEURAH.
2.2.2. Ketua Pengurus
Penanggungjawab pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang bertugas mengkoordinasikan seluruh aktivitas administrasi, keuangan, Kepala TPQ, Ustadz(ah), team Mutu dan pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di Gedung TPQ, Masjid dan Mushola. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Koordinasi administrasi.
- Melakukan sosialisasi sistim pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH.
- Memantau Kepala TPQ, Team Mutu, Ustadz(ah) dan Santri.
- Mengajukan Proposal Kegiatan TKQ-TPQ TGK MEURAH, baik event internal
maupun eksternal, kepada Pengurus TGK MEURAH Bidang Pendidikan.
- Membuat Laporan Pengelolaan pendidikan tiap bulan dan tiap tahun yang diserahkan
kepada Pengurus TGK MEURAH Bidang Pendidikan.
b. Koordinasi Keuangan.
- Mengatur dana operasional TKQ-TPQ TGK MEURAH melalui Bendahara untuk
aktivitas penyelenggaraan pendidikan atau kegiatan Santri.
- Mengatur distribusi dana operasional kepada Kepala TPQ / Panitia Kegiatan untuk
digunakan mendukung proses pendidikan atau penyelenggaraan kegiatan.
- Memantau penggunaan dana operasional yang telah diberikan kepada Kepala TPQ / Panitia
Kegiatan.
c. Koordinasi Kepala TPQ dan Ustadz(ah).
- Mengkordinasikan Kepala TPQ dan Ustadz(ah) dalam tugas belajar mengajar, ekstra
kurikuler, seremonial maupun event perlombaan.
- Memantau aktivitas Kepala TPQ dan Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
- Memberi Teguran kepada Kepala TPQ dan atau Ustadz(ah) yang melanggar peraturan
Pengelola.
- Memberikan masukan kepada Advisor untuk menindak Kepala TPQ atau Ustadz(ah) yang
tidak mengindahkan teguran sampai ketiga kali.
d. Koordinasi pembinaan Santri.
- Memantau kemajuan belajar Santri.
- Mengkoordinasikan proses belajar Santri dengan Kepala TPQ, Ustadz(ah) dan Orang Tua
Santri.
- Mengkoordinasikan ketersediaan sarana belajar mengajar, seperti buku / Jilid, Materi
Hafalan, Raport, meja-kursi belajar dan lain sebagainya.
2.2.3. Kepala TPQ
Mengkoordinasikan aktivitas administrasi, keuangan, Ustadz(ah) dan pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di masing-masing TPQ. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Koordinasi administrasi.
- Memantau Team Mutu, Ustadz(ah) dan Santri.
- Mengajukan Permohonan Uang Muka Operasional untuk satu bulan ke depan dan
menyampaikan Pertanggungjawaban Uang Muka pada akhir bulan kepada Ketua Pengurus.
- Membuat laporan kemajuan pendidikan tiap bulan yang diserahkan kepada Ketua Pengurus.
b. Koordinasi Keuangan.
- Menerima dana operasional TKQ-TPQ TGK MEURAH dari Bendahara untuk aktivitas
penyelenggaraan pendidikan.
- Mempergunakan dana operasional mendukung proses pendidikan yang dilengkapi dengan bukti-
bukti pengeluaran.
c. Koordinasi Team Mutu dan Ustadz(ah).
- Mengkordinasikan Team Mutu dan Ustadz(ah) dalam tugas belajar mengajar, ekstra
kurikuler, seremonial maupun event perlombaan.
- Memantau aktivitas Team Mutu dan Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
- Memberi Teguran kepada Team Mutu atau Ustadz(ah) yang melanggar peraturan.
- Memberikan masukan kepada Kepala TPQ untuk menindak Team Mutu atau
Ustadz(ah) yang tidak mengindahkan teguran sampai ketiga kali.
d. Koordinasi pembinaan Santri.
- Memantau kemajuan belajar Santri.
- Mengkoordinasikan proses belajar Santri dengan Team Mutu, Ustadz(ah) dan Orang Tua
Santri.
2.2.4. Team Mutu (Kordinator)
Melakukan aktivitas Evaluasi Santri dalam pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di masing-masing TPQ. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Menguji setiap Santri yang akan naik jenjang kelas / jilid
b. Melakukan verifikasi atas hasil EBTA Santri yang telah diuji Ustadz(ah) yang bersangkutan dan
telah diperiksa Kepala TPQ.
c. Menentukan kelulusan Santri yang diverifikasi.
d. Membina Ustadz(ah) dalam meningkatkan kemampuan mengajar modul / Jilid
e. Membantu Kepala TPQ dalam pengelolaan administrasi Santri.
2.2.5. Ustadz(ah).
a. Mengisi Daftar Hadir Santri dan Kemajuan Belajar Santri.
b. Mengajar Santri dalam: Modul / Jilid, menulis Arab, ibadah dan ekstra kurikuler.
c. Melakukan konfirmasi kepada Orang Tua Santri atas ketidakhadiran Santri.
d. Memberikan Laporan Pembinaan Santri Kepada Kepala TPQ.
2.2.6. Kepanitiaan. 
a. Mengelola kegiatan internal dan eksternal TKQ-TPQ TGK MEURAH, antara lain:
- Tahun Baru Islam (Hijriyyah).
- Maulid Nabi Muhammad s.a.w.
- Ramadlan / Syawal.
- Isra’ dan Mi’raj.
- Imtihan dan Ikhtitam Santri.
- Festival Anak Shalih Indonesia (FASI).
- Lomba Santri.
- Pelatihan Ustadz(ah).
- Kegiatan Refreshing.
- Workshop Pendidikan.
- Dan lain sebagainya.
b. Dibentuk berdasarkan kebutuhan dari dan oleh Pengelola.
c. Bertanggungjawab dengan memberikan Laporan Kepanitiaan secara tertulis /
terdokumentasi.
2.2.7. Komite
a. Memberikan tanggapan, saran dan masukan dari para wali santri
b. Ikut memberikan evaluasi tentang hasil-hasil pendidikan yang dicapai
c. Ikut serta membantu kepanitiaan dalam berbagai kegiatan atau event
d. Mensosialisasikan lembaga pendidikan di lingkungan TKQ-TPQ
e. Berperan aktif mengembangkan potensi lembaga TKQ-TPQ
2.3. Peserta Pendidikan (Santri)
Santri adalah obyek pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang berkewajiban untuk:
a. Mendaftar ulang / baru pada awal tahun pendidikan sebagai Santri TKQ-TPQ FAHMAL
QUR’AN.
b. Mengikuti proses dan aktivitas pendidikan.
c. Mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan Ustadz(ah).
d. Mencatat hal-hal yang perlu.
e. Mengikuti EBTA (test) yang diselenggarakan.
f. Mengikuti Imtihan dan Khataman Santri.
g. Mengikuti acara seremonial kegiatan dan event perlombaan Santri.
h. Membayar uang Sumbangan Pengelolaan Pendidikan (Syahriyah) dan Infaq.
III. PENGELOLAAN SANTRI
3.1. Asas Pengelolaan
Asas Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah Islam yang bersumber kepada Al Quraan, Al Hadits, Ijma dan Qiyas para ulama.
3.2. Tujuan Pengelolaan.
Secara umum tujuan Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah untuk:
“Terbentuknya masyarakat yang beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah dan mengharap keridlaan-Nya.”

3.3. Visi Pengelolaan
Visi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
“Insya Allah, Menciptakan generasi yang gemar membaca dan mengkaji Al Qur’an, menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya”

3.4. Misi Pengelolaan
Misi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Membantu pendidikan agama Islam di Sekolah
2. Membantu peran orang tua dalam pendidikan Agama
3. Menyiapkan generasi lembaga Masjid dan Da’wah
3.5. Nilai-nilai Pengelolaan
Nilai-nilai (Values) Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Ibadah.
2. Profesional.
3. Kualitas.
4. Prestasi.
5. Perbaikan.

3.6. Target Pengelolaan.
Secara umum target Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH, insya Allah, adalah:
a. Santri yang telah lulus seluruh jilid mampu membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah
Bacaan Bertajwid, mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan dan memahami Ilmu Tajwid, serta
hafal Al Quraan Juzz ke-30 dan mampu membaca (Tilawah) dengan berlagu.
b. Santri dapat beribadah dengan baik, khususnya dalam membaca Al Quraan dan menegakkan
shalat.
c. Santri yang berakhlaq mulia dan memiliki keterampilan / kemampuan sesuai ekstra kurikuler yang
dipilih.
d. Santri dapat berprestasi dalam setiap event perlombaan yang diikuti.
3.7. Waktu Pembinaan / Belajar
Adapun hari dan waktu belajar Santri tersebut adalah:
a. Hari belajar adalah lima hari, yaitu: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis.
b. Waktu belajar.
- Untuk TKQ : Jam 14.00 s/d 15.45 WIB.
- Untuk TPQ : Jam 16.00 s/d 17.30 WIB.
3.8. Asal Santri
Para Santri yang mengaji di TKQ-TPQ TGK MEURAH dapat dikelompokkan dalam:
a. Anak Lingkungan Kelurahan Sumurpanggang
- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.
- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.
b. Anak dari Luar Lingkungan Kelurahan
- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.
- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.
3.9. Jilid Santri (ideal)
Jilid Santri disusun berdasarkan kemampuan minimal Santri, namun tidak menutup kemungkinan Santri dapat naik lebih dari satu jilid dalam satu semester. Hal ini mengharuskan dalam pembinaan Santri menerapkan metode Cara Belajar Santri Aktif (CBSA).
Insya Allah, apabila Santri mulai belajar sejak kelas TK Nol besar dapat diharapkan mampu menyelesaikan seluruh jilid pada SD kelas III, serta mampu menghafal Juzz ke-30 Al Quraan dan Tilawah berlagu, maupun Terjemah Lafdliyyah pada SD Kelas IV-VI. Adapun jilid-jilid Santri tersebut adalah:
a. Jilid 1 : Jilid 1 untuk TK Nol Besar, semester 1.
b. Jilid 2 : Jilid 2 untuk TK Nol Besar, semester 2.
c. Jilid 3 : Jilid 3 untuk SD Kelas I, semester 1.
d. Jilid 4 : Jilid 4 untuk SD Kelas I, semester 2.
e. Jilid 5 : Jilid 5 untuk SD Kelas II, semester 1 dan 2
g. Jilid 6 : Bacaan Gharib untuk SD Kelas III, semester 1.
h. Jilid 7 : Ilmu Tajwid untuk SD Kelas III, semester 2.
i. Persiapan Khotmil Qur’an : Tahfidz dan Tilawah untuk SD Kelas IV-VI, semester 1-2.
3.10. Materi Pembinaan Santri
Materi-materi pembinaan Santri TKQ/TPQ TGK MEURAH adalah buku-buku modul atau Jilid dan buku-buku yang lainnya, yaitu:
a. Jilid 1 – 5 Untuk TKQ/TPQ Al Quraan
b. Pelajaran Bacaan Gharib / Musykilat dan Hati-hati dalam Al Quraan
c. Pelajaran Ilmu Tajwid Praktis untuk TKQ/TPQ Al Quraan
d. Kumpulan Materi Hafalan dan Terjemahnya
e. Buku-buku ekstra kurikuler yang berkaitan dengan: menggambar dan mewarnai, kaligrai, qosidah,
puisi, drama dan tilawah.
f. Buku-buku yang disesuaikan dengan pembinaan ibadah, akhlaq, dan lain sebagainya.
3.11. SDM Pengajar
Pengelolaan Santri TKQ-TPK TGK MEURAH perlu ditangani oleh Ustadz(ah) yang berkompeten dengan kriteria:
- Ustadz(ah) yang telah memiliki ijazah (syahadah) Metode Pengajar Al Qur’an dari Koordinator
Qiraaty, IQRA maupun Tilawati.
- Ustadz(ah) yang telah mengikuti Pelatihan Tahsin Al Quraan.
- Diutamakan Ustadz(ah) yang pernah berpengalaman mengajar Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH.
Ustadz(ah) pengajar TKQ-TKQ TGK MEURAH juga perlu memperoleh pembinaan yang berkelanjutan, terutama dalam:
- Pembinaan Tahsin Al Quraan dari Koordinator
- Pelatihan, seminar atau workshop kependidikan.
- Dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kemampuan dalam mendidik Santri TKQ-TPQ
TGK MEURAH.
3.12. Metode Pengajaran
Agar pembinaan Santri TKQ-TPK TGK MEURAH dapat berlangsung dengan efektif, maka diterapkan metode:
- Klasikal.
- Individual.
- CBSA (Cara Belajar Siswa Akti).
- Indoor.
- Outdoor.
Metode-metode tersebut diterapkan dengan teknik pengajaran:
- Ceramah.
- Tanya jawab.
- Diskusi.
- Demonstrasi.
- Pemanduan.
- Permainan.
- Tadabur Alam.
3.13. Lokasi Pembinaan
Pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH memanfaatkan sarana dan prasarana yang terdapat di lingkungan masyarakat.
Lokasi rutin:
- Gedung TKQ-TPQ TGK MEURAH.
- Masjid dan Mushola (Rutin di Bulan Ramadhan)
Lokasi non rutin, bila diperlukan:
- Gedung Sekolah terdekat jika diperlukan.
-
3.14. Tata tertib Santri
Untuk menegakkan disiplin, menggugah semangat dan memperlancar proses pembinaan ditetapkan Tata Tertib Santri. Beberapa peraturan yang perlu dicantumkan antara lain:
a. Berusaha datang tidak terlambat.
b. Menjaga ketertiban di Gedung TPQ dan Masjid atau Mushola.
c. Rajin mengaji dan belajar.
d. Menghormati Ustadz dan Ustadzah.
e. Berbakti kepada Orang Tua.
3.15. Tanda pengenal
Tanda pengenal berupa Seragam bagi Santri dan Pengelola.
3.16. Evaluasi Pengelolaan
Tujuan evaluasi pengelolaan adalah untuk memberi penilaian dalam rangka usaha perbaikan sistim pembinaan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Dilakukan evalusi terhadap pengelolaan yang diselenggarakan, Ustadz(ah), materi maupun Santri.
1. Evaluasi pengelolaan.
Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Dilakukan dalam Rapat Pengelola, Rapat Panitia/Team dan laporan-laporan.
2. Evaluasi Ustadz(ah).
Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kompetensi Ustadz(ah) dan keberhasilan mereka dalam membina Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH.
3. Evaluasi Santri.
Evaluasi yang dilakukan untuk menguji kemampuan Santri dalam mengikuti pelajaran. Dilakukan ketika Santri akan naik jilid, mengikuti lomba atau mengikuti suatu kegiatan tertentu. Santri yang telah lulus seluruh jilid dan mengikuti Imtihan dan Ikhtitam memperoleh Sertifikat/Ijazah.
Evaluasi Santri untuk kenaikan jilid:
- Internal Test   : Ustadz(ah) yang bersangkutan.
- Verikasi         : Kepala TPQ.
- Kelulusan       : Team Mutu atau Kordinator.
- Dokumentasi  : Form Evaluasi dan Raport Santri.
Evaluasi Santri oleh Team TGK MEURAH dapat dilakukan sesuai kebutuhan TGK MEURAH. Dilakukan oleh Team Evaluasi TGK MEURAH bekerja sama dengan Pengelola TKQ-TPQ TGK MEURAH.
3.17. Laporan pengelolaan
Setiap aktivitas yang diselenggarakan harus memberi laporan terdokumentasi. Laporan Pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH ada tiga jenis, yaitu:
1. Laporan Bulanan
Adalah laporan Ketua Pengurus, Kepala TPQ dan Ustadz(ah) yang terdiri dari:
a. Surat pengantar.
b. Tagihan Pengelolaan.
c. Catatan Umum Pengelolaan.
d. Daftar Karyawan dan Pembinaannya.
e. Data Santri.
f. Daftar Nama, Pembiayaan dan Kemajuan Belajar santri.
g. Laporan Keuangan, bila diperlukan.
2. Laporan Panitia dan Team
Adalah laporan kegiatan yang memerlukan suatu Panitia atau Gugus Tugas (Team). Kepanitiaan atau Team yang dibentuk dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan, seremonial dan atau perlombaan memberikan laporan terdokumentasikan.
Format laporan disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan, untuk masing-masing kegiatan ada kemungkinan berbeda.
3. Laporan Tahunan
Adalah laporan Kepala TPQ dalam mengelola seluruh aktivitas Pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang terdiri dari:
a. Program Kerja.
b. Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP).
c. Realisasi Program Kerja.
d. Kemajuan Pendidikan.
e. Keuangan.
f. Evaluasi dan Saran.
g. Lampiran.
- Proses Pengajaran.
- Aktivitas.
- Keuangan.
- Prestasi.
- Dokumentasi, dan lain-lain.
IV. SUMBER PENDANAAN
4.1. Wali Santri
- Syahriyah
- Infaq dan Shodaqoh
- Lainnya
4.2. Donatur
- Pengurus
- Warga Masyarakat
4.3. Sumbangan
- Perorangan
- Pemerintah
- Instansi yang tidak mengikat
V. PENUTUP
Segala Daya dan Upaya Wajib diusahakan, Namun keberhasilan adalah hak Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat petunjuk ke jalan kebenaran dan ridha Allah SWT.
P R A K A T A

Bismillahirrahmanirrahim,
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Sholawat dan salam kami haturkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW beserta ahlul baitnya, keturunannya, shohabatnya, pengikutnya dan umatnya. Mudah-mudahan limpahan rahmatNya, ilmu dan barakahNya tetap terlimpah kepada kita, Amin.
Umat Islam adalah umat yang mendapat predikat dan kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT ketimbang umat-umat sebelumnya. Tentunya predikat ini mengandung sebuah konsekuensi logis yaitu kwalitasnya maupun kwantitasnya. Kwantitas akan mengikuti kwalitas, jika kwalitas baik maka kwantitas akan bertambah, sebaliknya jika kwalitas jelek maka kwantitas akan berkurang.
Para pendahulu kita orang-orang yang sholeh dan ikhlas hatinya telah berhasil membuat umat yang berkwalitas sehingga agama Islam ini sangat pesat penyebarannya, konon mencapai 99 %. Berbagai cara dan metode telah dilakukan agar risalah yang besar yaitu Islam dapat diterima ditengah-tengah penganut paham lain.
Di era modern ini kwalitas umat jauh harus lebih baik mengingat tantangan jaman yang begitu cepat. Perlu kiranya pembenahan di segala sektor keberagamaan yang tepat dan cepat. Untuk itu pendidikan keagamaan selain perlu ditingkatkan jumlahnya juga kwalitasnya.
Untuk menuju pendidikan yang berkwalitas tidaklah mudah. Perlu perjuangan yang keras, metodik yang tepat, SDM yang kompetitip, kurikulum yang komperhensip serta Sistem Evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya Pedoman Pengelolaan Pendidikan mutlak diperlukan adanya. Pedoman itu sebagai petunjuk teknis dan barometer pelaksanaan pendidikan nantinya.
Kami sengaja mengumpulkan berbagai sumber informasi dan data untuk menyusun sebuah Pedoman Pengelolaan Pendidikan ini khususnya di TKQ dan TPQ. Harapannya agar dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan Islam khususnya di TKQ dan TPQ. Namun tentunya karya kami ini belumlah sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran dari berbagai pihak agar karya ini akan lebih baik lagi dan lebih bermanfaat bagi umat.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak khususnya guru dan orang tua kami serta teman seperjuangan yang telah memberi inspirasi sehingga terbitlah karya ini.
Deunong,  6 Januari 2017 M
Penyusun
REFERENSI :
1.     Kurikulum TKQ-TPQ Provinsi Jawa tengah, 2004
2.     Panduan FASI, 2007
3.     Metodologi Pendidikan Agama Islam, Depag RI, 2001
4.     Pedoman Guru Pendidikan Agama Islam, Depag RI, 1995
5.     Islam Menuju Yang Diridhoi Tuhan, KH. A. Aziz Fadil, Tegal, 2008
6.     Musyawarah Pengurus TKQ-TPQ, 2009
7.     Musyawarah Komite, Dewan Ustadz/ah dan Kordinator TKQ-TPQ, 2009
8.     WWW.pendis.depag.go.id
9.     WWW.immasjid.com
10.  WWW.harunyahya.com
11.  Panduan Mengajar Al Qur’an Metode Tilawaty, 2009
12.  Sumber-sumber lainnya.
PENDAHULUAN
Pendidikan non formal anak-anak muslim di tingkat TKQ-TPQ / TKA-TPA diharapkan dapat meningkatkan wawasan keislaman dan kemampuan membaca Al Quraan para Santri. Melalui pendidikan ini, insya Allah, akan dihasilkan anak-anak muslim yang mau dan mampu berinteraksi dengan Al Quran.
Agar pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH Desa Deunong Kecamatan Darul Imarah memiliki standard dalam pelaksanaannya, maka perlu disusun suatu panduan. Pedoman Pengelolaan Pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH ini, dimaksudkan untuk memberi gambaran umum petunjuk pelaksanaan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan di Gedung TPQ (Bekas Rumah Pengurus), Masjid dan Mushola. Khusus di Masjid dan Mushola dilaksanakan setiap bulan Ramadhan yaitu kegiatan Praktek Tadarus Al Qur’an 30 Juz.
I. PENDIDIKAN TKQ-TPQ TGK MEURAH
Pendidikan merupakan upaya sistematis pembinaan Siswa / Santri dengan menyiapkan forum yang kondusif. Pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH terdiri dari :
1. Pendidikan Utama 
2. Pendidikan Pendukung.

1.1. Pendidikan Utama
Pendidikan Utama berisi materi-materi yang berperan membentuk generasi muslim yang mengenal baca tulis Al Quran dan taat beribadah, berdo’a dan menegakkan shalat, antara lain :
1. Pendidikan Al Qur’an
2. Pendidikan Ibadah
3. Pendidikan Pasca Khataman
1.1.1. Pendidikan Al Qur’an.
a. Merupakan pendidikan dasar yang membekali Santri dalam membaca dan menulis Al  Quran
dengan menggunakan modul (Jilid).
b. Membina Santri untuk gemar membaca Al Quraan dan mampu menuliskannya.
c. Membekali Santri dalam berinteraksi dengan Al Quraan secara lebih intensif di kemudian hari.
d. Modul atau Jilid 1-5,  Gharib dan Ilmu Tajwid sebagai pedoman dalam pembelajaran Al Quran.
e. Santri yang telah lulus seluruh Modul / Jilid, insya Allah, mampu:
- Membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah bacaan bertajwid.
- Mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan.
- Memahami Ilmu Tajwid.
- Lancar menulis Al Quraan.
1.1.2. Pendidikan Ibadah.
a. Merupakan pendidikan untuk membentuk pribadi muslim yang taat beribadah.
b. Membina Santri untuk mampu menghafal bacaan do’a dan ayat-ayat Al Quran.
c. Membina Santri untuk taat beribadah melaksanakan shalat.
d. Santri yang telah lulus materi ini, insya Allah, mampu:
- Hafal beberapa do’a sehari-hari.
- Hafal surat-surat pendek dalam Al Quraan.
- Melaksanakan ibadah shalat fardlu.
1.1.3. Pendidikan Pasca Khataman.
a. Merupakan pendidikan untuk membentuk pribadi muslim yang gemar membaca Al Quraan.
b. Membina Santri untuk mampu menghafal seluruh Surat Al Quraan dalam Juzz ke-30.
c. Membina Santri untuk mampu membaca (Tilawah) Al Quraan dengan berlagu.
d. Membina Santri untuk mampu menterjemahkan secara lafdziyyah bacaan shalat, ayat-ayat Al
Quran dan bacaan-bacaan doa.
e. Santri yang telah lulus materi ini , Insya Allah, mampu:
- Hafal Al Quraan Juzz ke-30.
- Mampu melakukan Tilawah Al Quraan berlagu.
- Mampu menterjemahkan bacaan shalat, ayat-ayat Al Quraan dan bacaan-bacaan doa tertentu.
1.2. Pendidikan Pendukung
Pendidikan ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan beraktivitas sosial. Santri dibina untuk mampu mengekspresikan bakat dan minatnya dalam aktivitas ekstra kurikuler, seremonial dan event perlombaan, antara lain :
1. Ekstra kurikuler
2. PHBI, Seremonial (Peringatan Hari Besar Islam)
3. Event atau lomba-lomba

1.2.1. Ekstra kurikuler.
Membina Santri untuk berkemampuan seni Islami dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang menjadi pilihan para Santri. Adapun ekstra kurikuler tersebut antara lain:
- Menggambar dan Mewarnai.
- Kaligrafi.
- Membaca Puisi.
- Qosidah.
- Drama.
- Seni Tilawah.
- Seni Rebana
- Dan lain sebagainya.
1.2.2. PHBI (Seremonial)
Membina Santri untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seremoni dalam rangka perayaan / peringatan hari-hari besar umat Islam. Adapun aktivitas seremonial tersebut antara lain:
- Perayaan Tahun Baru Hijriyyah.
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w.
- Peringatan Isra’ Mi’raj.
- Kegiatan Bulan Ramadlan (Nuzulul Qur’an, Tadarus, dll)
- Halal Bi Halal
- Dan lain sebagainya.
1.2.3. Event perlombaan.
Membina Santri untuk berprestasi dalam berbagai kegiatan lomba tingkat TKQ-TPQ / TKA-TPA baik yang diselenggarakan internal maupun eksternal. Adapun event perlombaan tersebut antara lain:
- Festifal Anak Shalih Indonesia (FASI).
- Musbaqah Tilawatil Quraan untuk TKA-TPA.
- Lomba melukis dan mewarnai.
- Lomba kaligrafi.
- Lomba 17 Agustus
- Dan lain sebagainya.
II. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Unsur-unsur yang terlibat dalam proses pendidikan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Yayasan atau Lembaga Pendidikan
2. Pengelola Pendidikan
3. Peserta Pendidikan (Santri)
2.1. Pengurus Lembaga Pendidikan TGK MEURAH 
Pengurus Lembaga Pendidikan adalah penyelenggara pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang berkewajiban untuk:
a. Menyediakan Ruang Pendidikan.
b. Menyediakan meja dan kursi atau tempat duduk yang lain.
c. Mempersiapkan alat bantu pendidikan, seperti: microphone, pengeras suara, Komputer dan lain
sebagainya.
d. Mempersiapkan peralatan tulis-menulis dalam proses penyampaian materi, seperti: papan tulis,
kapur, spidol, penghapus dan lain sebagainya.
e. Memberi fasilitas Guru / Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
f. Mempersiapkan modul / Jilid dan materi-materi pembinaan yang lainnya.
g. Memberi dukungan pembiayaan untuk memperlancar proses pendidikan.
2.2. Pengelola
Pengelola adalah Pengurus Lembaga Pendidikan yang bekerja sama dalam mengelola pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Dalam aktivitas pengelolaan sehari-hari, Terdiri dari:
1. Pembina Pengurus
2. Ketua Pengurus
3. Kepala TPQ
4. Tim Mutu (Kordinator)
5. Ustadz/ah
6. Kepanitiaan
7. Komite
2.2.1. Pembina Pengurus
Mengarahkan Ketua dan jajarannya, Komite, Ustadz/ah dalam mencapai tujuan pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Melakukan aktivitasnya antara lain:
a. Mengarahkan proses pendidikan agar tetap dalam jalur kebijakannya.
b. Memantau, mengawasi dan memperbaiki pelaksanaan proses pendidikan.
c. Menyusun pedoman-pedoman yang mendukung proses pendidikan dengan memperhatikan
masukan dari Ketua dan Jajarannya, Komite, Ustadz/ah, Santri dan Orang tua Santri.
d. Menjaga kontinyuitas proses pendidikan agar dapat mencapai tujuannya.
e. Memberikan nasehat kepada Ketua dan Jajarannya dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
Pengelolaan (RKAP) sebagai masukan kepada Pengurus Bidang Pendidikan untuk pembinaan
Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH tahun berikutnya.
g. Menerima laporan keuangan dari TKQ – TPQ TGK MEURAH.
2.2.2. Ketua Pengurus
Penanggungjawab pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang bertugas mengkoordinasikan seluruh aktivitas administrasi, keuangan, Kepala TPQ, Ustadz(ah), team Mutu dan pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di Gedung TPQ, Masjid dan Mushola. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Koordinasi administrasi.
- Melakukan sosialisasi sistim pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH.
- Memantau Kepala TPQ, Team Mutu, Ustadz(ah) dan Santri.
- Mengajukan Proposal Kegiatan TKQ-TPQ TGK MEURAH, baik event internal
maupun eksternal, kepada Pengurus TGK MEURAH Bidang Pendidikan.
- Membuat Laporan Pengelolaan pendidikan tiap bulan dan tiap tahun yang diserahkan
kepada Pengurus TGK MEURAH Bidang Pendidikan.
b. Koordinasi Keuangan.
- Mengatur dana operasional TKQ-TPQ TGK MEURAH melalui Bendahara untuk
aktivitas penyelenggaraan pendidikan atau kegiatan Santri.
- Mengatur distribusi dana operasional kepada Kepala TPQ / Panitia Kegiatan untuk
digunakan mendukung proses pendidikan atau penyelenggaraan kegiatan.
- Memantau penggunaan dana operasional yang telah diberikan kepada Kepala TPQ / Panitia
Kegiatan.
c. Koordinasi Kepala TPQ dan Ustadz(ah).
- Mengkordinasikan Kepala TPQ dan Ustadz(ah) dalam tugas belajar mengajar, ekstra
kurikuler, seremonial maupun event perlombaan.
- Memantau aktivitas Kepala TPQ dan Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
- Memberi Teguran kepada Kepala TPQ dan atau Ustadz(ah) yang melanggar peraturan
Pengelola.
- Memberikan masukan kepada Advisor untuk menindak Kepala TPQ atau Ustadz(ah) yang
tidak mengindahkan teguran sampai ketiga kali.
d. Koordinasi pembinaan Santri.
- Memantau kemajuan belajar Santri.
- Mengkoordinasikan proses belajar Santri dengan Kepala TPQ, Ustadz(ah) dan Orang Tua
Santri.
- Mengkoordinasikan ketersediaan sarana belajar mengajar, seperti buku / Jilid, Materi
Hafalan, Raport, meja-kursi belajar dan lain sebagainya.
2.2.3. Kepala TPQ
Mengkoordinasikan aktivitas administrasi, keuangan, Ustadz(ah) dan pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di masing-masing TPQ. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Koordinasi administrasi.
- Memantau Team Mutu, Ustadz(ah) dan Santri.
- Mengajukan Permohonan Uang Muka Operasional untuk satu bulan ke depan dan
menyampaikan Pertanggungjawaban Uang Muka pada akhir bulan kepada Ketua Pengurus.
- Membuat laporan kemajuan pendidikan tiap bulan yang diserahkan kepada Ketua Pengurus.
b. Koordinasi Keuangan.
- Menerima dana operasional TKQ-TPQ TGK MEURAH dari Bendahara untuk aktivitas
penyelenggaraan pendidikan.
- Mempergunakan dana operasional mendukung proses pendidikan yang dilengkapi dengan bukti-
bukti pengeluaran.
c. Koordinasi Team Mutu dan Ustadz(ah).
- Mengkordinasikan Team Mutu dan Ustadz(ah) dalam tugas belajar mengajar, ekstra
kurikuler, seremonial maupun event perlombaan.
- Memantau aktivitas Team Mutu dan Ustadz(ah) dalam proses pembelajaran.
- Memberi Teguran kepada Team Mutu atau Ustadz(ah) yang melanggar peraturan.
- Memberikan masukan kepada Kepala TPQ untuk menindak Team Mutu atau
Ustadz(ah) yang tidak mengindahkan teguran sampai ketiga kali.
d. Koordinasi pembinaan Santri.
- Memantau kemajuan belajar Santri.
- Mengkoordinasikan proses belajar Santri dengan Team Mutu, Ustadz(ah) dan Orang Tua
Santri.
2.2.4. Team Mutu (Kordinator)
Melakukan aktivitas Evaluasi Santri dalam pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH di masing-masing TPQ. Melakukan aktivitas antara lain:
a. Menguji setiap Santri yang akan naik jenjang kelas / jilid
b. Melakukan verifikasi atas hasil EBTA Santri yang telah diuji Ustadz(ah) yang bersangkutan dan
telah diperiksa Kepala TPQ.
c. Menentukan kelulusan Santri yang diverifikasi.
d. Membina Ustadz(ah) dalam meningkatkan kemampuan mengajar modul / Jilid
e. Membantu Kepala TPQ dalam pengelolaan administrasi Santri.
2.2.5. Ustadz(ah).
a. Mengisi Daftar Hadir Santri dan Kemajuan Belajar Santri.
b. Mengajar Santri dalam: Modul / Jilid, menulis Arab, ibadah dan ekstra kurikuler.
c. Melakukan konfirmasi kepada Orang Tua Santri atas ketidakhadiran Santri.
d. Memberikan Laporan Pembinaan Santri Kepada Kepala TPQ.
2.2.6. Kepanitiaan. 
a. Mengelola kegiatan internal dan eksternal TKQ-TPQ TGK MEURAH, antara lain:
- Tahun Baru Islam (Hijriyyah).
- Maulid Nabi Muhammad s.a.w.
- Ramadlan / Syawal.
- Isra’ dan Mi’raj.
- Imtihan dan Ikhtitam Santri.
- Festival Anak Shalih Indonesia (FASI).
- Lomba Santri.
- Pelatihan Ustadz(ah).
- Kegiatan Refreshing.
- Workshop Pendidikan.
- Dan lain sebagainya.
b. Dibentuk berdasarkan kebutuhan dari dan oleh Pengelola.
c. Bertanggungjawab dengan memberikan Laporan Kepanitiaan secara tertulis /
terdokumentasi.
2.2.7. Komite
a. Memberikan tanggapan, saran dan masukan dari para wali santri
b. Ikut memberikan evaluasi tentang hasil-hasil pendidikan yang dicapai
c. Ikut serta membantu kepanitiaan dalam berbagai kegiatan atau event
d. Mensosialisasikan lembaga pendidikan di lingkungan TKQ-TPQ
e. Berperan aktif mengembangkan potensi lembaga TKQ-TPQ
2.3. Peserta Pendidikan (Santri)
Santri adalah obyek pendidikan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang berkewajiban untuk:
a. Mendaftar ulang / baru pada awal tahun pendidikan sebagai Santri TKQ-TPQ FAHMAL
QUR’AN.
b. Mengikuti proses dan aktivitas pendidikan.
c. Mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan Ustadz(ah).
d. Mencatat hal-hal yang perlu.
e. Mengikuti EBTA (test) yang diselenggarakan.
f. Mengikuti Imtihan dan Khataman Santri.
g. Mengikuti acara seremonial kegiatan dan event perlombaan Santri.
h. Membayar uang Sumbangan Pengelolaan Pendidikan (Syahriyah) dan Infaq.
III. PENGELOLAAN SANTRI
3.1. Asas Pengelolaan
Asas Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah Islam yang bersumber kepada Al Quraan, Al Hadits, Ijma dan Qiyas para ulama.
3.2. Tujuan Pengelolaan.
Secara umum tujuan Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah untuk:
“Terbentuknya masyarakat yang beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah dan mengharap keridlaan-Nya.”

3.3. Visi Pengelolaan
Visi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
“Insya Allah, Menciptakan generasi yang gemar membaca dan mengkaji Al Qur’an, menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya”

3.4. Misi Pengelolaan
Misi Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Membantu pendidikan agama Islam di Sekolah
2. Membantu peran orang tua dalam pendidikan Agama
3. Menyiapkan generasi lembaga Masjid dan Da’wah
3.5. Nilai-nilai Pengelolaan
Nilai-nilai (Values) Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH adalah:
1. Ibadah.
2. Profesional.
3. Kualitas.
4. Prestasi.
5. Perbaikan.

3.6. Target Pengelolaan.
Secara umum target Pengelolaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH, insya Allah, adalah:
a. Santri yang telah lulus seluruh jilid mampu membaca Al Quraan dengan Tartil memenuhi kaidah
Bacaan Bertajwid, mengerti Bacaan Gharib dalam Al Quraan dan memahami Ilmu Tajwid, serta
hafal Al Quraan Juzz ke-30 dan mampu membaca (Tilawah) dengan berlagu.
b. Santri dapat beribadah dengan baik, khususnya dalam membaca Al Quraan dan menegakkan
shalat.
c. Santri yang berakhlaq mulia dan memiliki keterampilan / kemampuan sesuai ekstra kurikuler yang
dipilih.
d. Santri dapat berprestasi dalam setiap event perlombaan yang diikuti.
3.7. Waktu Pembinaan / Belajar
Adapun hari dan waktu belajar Santri tersebut adalah:
a. Hari belajar adalah lima hari, yaitu: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis.
b. Waktu belajar.
- Untuk TKQ : Jam 14.00 s/d 15.45 WIB.
- Untuk TPQ : Jam 16.00 s/d 17.30 WIB.
3.8. Asal Santri
Para Santri yang mengaji di TKQ-TPQ TGK MEURAH dapat dikelompokkan dalam:
a. Anak Lingkungan Kelurahan Sumurpanggang
- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.
- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.
b. Anak dari Luar Lingkungan Kelurahan
- Untuk TKQ : TK Nol Besar s/d SD Kelas II.
- Untuk TPQ : SD Kelas III s/d VI.
3.9. Jilid Santri (ideal)
Jilid Santri disusun berdasarkan kemampuan minimal Santri, namun tidak menutup kemungkinan Santri dapat naik lebih dari satu jilid dalam satu semester. Hal ini mengharuskan dalam pembinaan Santri menerapkan metode Cara Belajar Santri Aktif (CBSA).
Insya Allah, apabila Santri mulai belajar sejak kelas TK Nol besar dapat diharapkan mampu menyelesaikan seluruh jilid pada SD kelas III, serta mampu menghafal Juzz ke-30 Al Quraan dan Tilawah berlagu, maupun Terjemah Lafdliyyah pada SD Kelas IV-VI. Adapun jilid-jilid Santri tersebut adalah:
a. Jilid 1 : Jilid 1 untuk TK Nol Besar, semester 1.
b. Jilid 2 : Jilid 2 untuk TK Nol Besar, semester 2.
c. Jilid 3 : Jilid 3 untuk SD Kelas I, semester 1.
d. Jilid 4 : Jilid 4 untuk SD Kelas I, semester 2.
e. Jilid 5 : Jilid 5 untuk SD Kelas II, semester 1 dan 2
g. Jilid 6 : Bacaan Gharib untuk SD Kelas III, semester 1.
h. Jilid 7 : Ilmu Tajwid untuk SD Kelas III, semester 2.
i. Persiapan Khotmil Qur’an : Tahfidz dan Tilawah untuk SD Kelas IV-VI, semester 1-2.
3.10. Materi Pembinaan Santri
Materi-materi pembinaan Santri TKQ/TPQ TGK MEURAH adalah buku-buku modul atau Jilid dan buku-buku yang lainnya, yaitu:
a. Jilid 1 – 5 Untuk TKQ/TPQ Al Quraan
b. Pelajaran Bacaan Gharib / Musykilat dan Hati-hati dalam Al Quraan
c. Pelajaran Ilmu Tajwid Praktis untuk TKQ/TPQ Al Quraan
d. Kumpulan Materi Hafalan dan Terjemahnya
e. Buku-buku ekstra kurikuler yang berkaitan dengan: menggambar dan mewarnai, kaligrai, qosidah,
puisi, drama dan tilawah.
f. Buku-buku yang disesuaikan dengan pembinaan ibadah, akhlaq, dan lain sebagainya.
3.11. SDM Pengajar
Pengelolaan Santri TKQ-TPK TGK MEURAH perlu ditangani oleh Ustadz(ah) yang berkompeten dengan kriteria:
- Ustadz(ah) yang telah memiliki ijazah (syahadah) Metode Pengajar Al Qur’an dari Koordinator
Qiraaty, IQRA maupun Tilawati.
- Ustadz(ah) yang telah mengikuti Pelatihan Tahsin Al Quraan.
- Diutamakan Ustadz(ah) yang pernah berpengalaman mengajar Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH.
Ustadz(ah) pengajar TKQ-TKQ TGK MEURAH juga perlu memperoleh pembinaan yang berkelanjutan, terutama dalam:
- Pembinaan Tahsin Al Quraan dari Koordinator
- Pelatihan, seminar atau workshop kependidikan.
- Dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kemampuan dalam mendidik Santri TKQ-TPQ
TGK MEURAH.
3.12. Metode Pengajaran
Agar pembinaan Santri TKQ-TPK TGK MEURAH dapat berlangsung dengan efektif, maka diterapkan metode:
- Klasikal.
- Individual.
- CBSA (Cara Belajar Siswa Akti).
- Indoor.
- Outdoor.
Metode-metode tersebut diterapkan dengan teknik pengajaran:
- Ceramah.
- Tanya jawab.
- Diskusi.
- Demonstrasi.
- Pemanduan.
- Permainan.
- Tadabur Alam.
3.13. Lokasi Pembinaan
Pembinaan Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH memanfaatkan sarana dan prasarana yang terdapat di lingkungan masyarakat.
Lokasi rutin:
- Gedung TKQ-TPQ TGK MEURAH.
- Masjid dan Mushola (Rutin di Bulan Ramadhan)
Lokasi non rutin, bila diperlukan:
- Gedung Sekolah terdekat jika diperlukan.
-
3.14. Tata tertib Santri
Untuk menegakkan disiplin, menggugah semangat dan memperlancar proses pembinaan ditetapkan Tata Tertib Santri. Beberapa peraturan yang perlu dicantumkan antara lain:
a. Berusaha datang tidak terlambat.
b. Menjaga ketertiban di Gedung TPQ dan Masjid atau Mushola.
c. Rajin mengaji dan belajar.
d. Menghormati Ustadz dan Ustadzah.
e. Berbakti kepada Orang Tua.
3.15. Tanda pengenal
Tanda pengenal berupa Seragam bagi Santri dan Pengelola.
3.16. Evaluasi Pengelolaan
Tujuan evaluasi pengelolaan adalah untuk memberi penilaian dalam rangka usaha perbaikan sistim pembinaan TKQ-TPQ TGK MEURAH. Dilakukan evalusi terhadap pengelolaan yang diselenggarakan, Ustadz(ah), materi maupun Santri.
1. Evaluasi pengelolaan.
Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Dilakukan dalam Rapat Pengelola, Rapat Panitia/Team dan laporan-laporan.
2. Evaluasi Ustadz(ah).
Evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kompetensi Ustadz(ah) dan keberhasilan mereka dalam membina Santri TKQ-TPQ TGK MEURAH.
3. Evaluasi Santri.
Evaluasi yang dilakukan untuk menguji kemampuan Santri dalam mengikuti pelajaran. Dilakukan ketika Santri akan naik jilid, mengikuti lomba atau mengikuti suatu kegiatan tertentu. Santri yang telah lulus seluruh jilid dan mengikuti Imtihan dan Ikhtitam memperoleh Sertifikat/Ijazah.
Evaluasi Santri untuk kenaikan jilid:
- Internal Test   : Ustadz(ah) yang bersangkutan.
- Verikasi         : Kepala TPQ.
- Kelulusan       : Team Mutu atau Kordinator.
- Dokumentasi  : Form Evaluasi dan Raport Santri.
Evaluasi Santri oleh Team TGK MEURAH dapat dilakukan sesuai kebutuhan TGK MEURAH. Dilakukan oleh Team Evaluasi TGK MEURAH bekerja sama dengan Pengelola TKQ-TPQ TGK MEURAH.
3.17. Laporan pengelolaan
Setiap aktivitas yang diselenggarakan harus memberi laporan terdokumentasi. Laporan Pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH ada tiga jenis, yaitu:
1. Laporan Bulanan
Adalah laporan Ketua Pengurus, Kepala TPQ dan Ustadz(ah) yang terdiri dari:
a. Surat pengantar.
b. Tagihan Pengelolaan.
c. Catatan Umum Pengelolaan.
d. Daftar Karyawan dan Pembinaannya.
e. Data Santri.
f. Daftar Nama, Pembiayaan dan Kemajuan Belajar santri.
g. Laporan Keuangan, bila diperlukan.
2. Laporan Panitia dan Team
Adalah laporan kegiatan yang memerlukan suatu Panitia atau Gugus Tugas (Team). Kepanitiaan atau Team yang dibentuk dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan, seremonial dan atau perlombaan memberikan laporan terdokumentasikan.
Format laporan disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan, untuk masing-masing kegiatan ada kemungkinan berbeda.
3. Laporan Tahunan
Adalah laporan Kepala TPQ dalam mengelola seluruh aktivitas Pengelolaan TKQ-TPQ TGK MEURAH yang terdiri dari:
a. Program Kerja.
b. Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP).
c. Realisasi Program Kerja.
d. Kemajuan Pendidikan.
e. Keuangan.
f. Evaluasi dan Saran.
g. Lampiran.
- Proses Pengajaran.
- Aktivitas.
- Keuangan.
- Prestasi.
- Dokumentasi, dan lain-lain.
IV. SUMBER PENDANAAN
4.1. Wali Santri
- Syahriyah
- Infaq dan Shodaqoh
- Lainnya
4.2. Donatur
- Pengurus
- Warga Masyarakat
4.3. Sumbangan
- Perorangan
- Pemerintah
- Instansi yang tidak mengikat
V. PENUTUP
Segala Daya dan Upaya Wajib diusahakan, Namun keberhasilan adalah hak Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat petunjuk ke jalan kebenaran dan ridha Allah SWT.
P R A K A T A

Bismillahirrahmanirrahim,
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Sholawat dan salam kami haturkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW beserta ahlul baitnya, keturunannya, shohabatnya, pengikutnya dan umatnya. Mudah-mudahan limpahan rahmatNya, ilmu dan barakahNya tetap terlimpah kepada kita, Amin.
Umat Islam adalah umat yang mendapat predikat dan kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT ketimbang umat-umat sebelumnya. Tentunya predikat ini mengandung sebuah konsekuensi logis yaitu kwalitasnya maupun kwantitasnya. Kwantitas akan mengikuti kwalitas, jika kwalitas baik maka kwantitas akan bertambah, sebaliknya jika kwalitas jelek maka kwantitas akan berkurang.
Para pendahulu kita orang-orang yang sholeh dan ikhlas hatinya telah berhasil membuat umat yang berkwalitas sehingga agama Islam ini sangat pesat penyebarannya, konon mencapai 99 %. Berbagai cara dan metode telah dilakukan agar risalah yang besar yaitu Islam dapat diterima ditengah-tengah penganut paham lain.
Di era modern ini kwalitas umat jauh harus lebih baik mengingat tantangan jaman yang begitu cepat. Perlu kiranya pembenahan di segala sektor keberagamaan yang tepat dan cepat. Untuk itu pendidikan keagamaan selain perlu ditingkatkan jumlahnya juga kwalitasnya.
Untuk menuju pendidikan yang berkwalitas tidaklah mudah. Perlu perjuangan yang keras, metodik yang tepat, SDM yang kompetitip, kurikulum yang komperhensip serta Sistem Evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya Pedoman Pengelolaan Pendidikan mutlak diperlukan adanya. Pedoman itu sebagai petunjuk teknis dan barometer pelaksanaan pendidikan nantinya.
Kami sengaja mengumpulkan berbagai sumber informasi dan data untuk menyusun sebuah Pedoman Pengelolaan Pendidikan ini khususnya di TKQ dan TPQ. Harapannya agar dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan Islam khususnya di TKQ dan TPQ. Namun tentunya karya kami ini belumlah sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran dari berbagai pihak agar karya ini akan lebih baik lagi dan lebih bermanfaat bagi umat.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak khususnya guru dan orang tua kami serta teman seperjuangan yang telah memberi inspirasi sehingga terbitlah karya ini.
Deunong,  6 Januari 2017 M
Penyusun
REFERENSI :
1.     Kurikulum TKQ-TPQ Provinsi Jawa tengah, 2004
2.     Panduan FASI, 2007
3.     Metodologi Pendidikan Agama Islam, Depag RI, 2001
4.     Pedoman Guru Pendidikan Agama Islam, Depag RI, 1995
5.     Islam Menuju Yang Diridhoi Tuhan, KH. A. Aziz Fadil, Tegal, 2008
6.     Musyawarah Pengurus TKQ-TPQ, 2009
7.     Musyawarah Komite, Dewan Ustadz/ah dan Kordinator TKQ-TPQ, 2009
8.     WWW.pendis.depag.go.id
9.     WWW.immasjid.com
10.  WWW.harunyahya.com
11.  Panduan Mengajar Al Qur’an Metode Tilawaty, 2009
12.  Sumber-sumber lainnya.

diambil dari : http://badkotpqkotategal.wordpress.com/2010/10/03/pedoman-pengelolaan-tpq/


RINCIAN MATERI TAMAN PENDIDIKAN QUR'AN (TPQ)

MATERI POKOK

Iqra’ dan Al Qur’an
Belajar Melafadzkan / mengucapkan Huruf Arab (Makhraj ) 
Membaca Iqra I – VI Dengan Benar
Belajar ilmu Tajwid
Belajar Irama / Lagu dalam membaca Al Qur’an

Menghafal
Do’a – Do’a Penting
Do’a sebelum belajar
Do’a untuk kedua orang tua
Do’a sebelum makan
Do’a sesudah makan
Do’a sebelum tidur
Do’a bangun tidur
Do’a masuk masjid
Do’a keluar masjid
Do’a kafaratul majlis
Do’a masuk rumah
Do’a keluar rumah
Do’a / dzikir sebelum berwudhu
Do’a / dzikir setelah berwudhu

Surat – Surat Pendek
Surat Al Ikhlas ( Kul Huwallahu ahad…)
Surat Al Falaq ( Kul A’udzubirabbil falaq…)
Surat An Naas ( Kul A’udzubirabbinnaas….)
Surat Al Lahab ( Tabbadyadaa …)
Surat An Nasr ( Idzaajaa…)
Surat Al Kafirun (Kul Yaa ayyuhal kaa…)
Surat Al Ma’un ( Aroaitalladzi…)
Surat Al Quraisy ( Li iilafiquraisy….)
Surat Al Fiil ( Alam Tarokaifa fa’ala…)
Surat Al ‘Asr ( Wal ‘asry innal…)
Surat Al Qadr (Inna anzalnaahu…)
Surat Al Insyirah (Alamnasyrahlaka…)

Wirid 
Dzikir / Wirid Pagi hari dan petang (Al Ma’surat)
Dzikir dan Do’a setelah Shalat

Praktek Ibadah
Wudhu dan Tayamum
Dzikir / Do’a sebelum wudhu
Tata cara Wudhu yang benar 
Dzikir / do’a setelah wudhu

Shalat
Tata cara gerakan shalat dari awal – akhir
Bacaan shalat yang benar
Dzikir dan do’a setelah shalat


MATERI TAMBAHAN (EXTRA)
Belajar Adzan
Lafadz adzan yang benar
Do’a setelah adzan
Cara menjawab adzan

Mengenal Bahasa Arab
Mengenal Isim ( Benda-Benda di sekeliling kita)
Mengenal Fi’il (beberapa kata kerja)
Belajar menyusun kalimat dengan bahasa Arab
Muhadasah (belajar percakapan dgn bhs arab)

Game / Permainan
Game melatih kecepatan berfikir
Teka teki silang
Cerdas cermat
Game melatih kerjasama
Game melatih kekompakan
Game melatih konsentrasi
Game melatih daya ingat
Dll

Beberapa Jenis Perlombaan 

Keterangan:

Untuk materi pokok, dipelajari pada hari senin hingga sabtu
Untuk materi tambahan (extra), waktunya menyesuaikan situasi dan kondisi santri ( tidak ada jadwal khusus)
Untuk hari ahad / minggu, libur
Untuk materi “ praktek ibadah”, diajarkan hanya kepada kelompok A (yang sudah besar)
Anggota kelompok sewaktu – waktu bisa dipindahkan ( kel. A ke B atau B ke A) sesuai kemampuan atau penguasaan santri pada materi pelajaran.
Keterangan jenis lomba serta tata caranya akan dijelaskan pada waktunya nanti (menyusul).
Perlombaan hanya diwakili oleh beberapa santri saja ( tidak semuanya)
Untuk Game / permainan, dilaksanakan disela-sela materi pelajaran tertentu (tidak setiap hari).



Jadwal Pelajaran Untuk Putra


HARI MATERI PELAJARAN 
Senin Membaca Iqra’ dan Al Qur’an 
Rabu Hafalan 
Jum’at Membaca Iqra’ dan Al Qur’an, Praktek Ibadah 



Jadwal Pelajaran Untuk Putri


HARI MATERI PELAJARAN 
Selasa Membaca Iqra’ dan Al Qur’an 
Kamis Hafalan 
Sabtu Membaca Iqra’ dan Al Qur’an, Praktek Ibadah 




Ta’lim/kajian umum untuk dewasa
Kajian yang bersifat umum uterutama untuk jamaah shalat maghrib berjumlah sekitar 8-15 orang secara rutin setiap ba’da maghrib. Adapun program materi yang ana ajarkan kepada mereka adalah sebagai berikut:

Mau’idzah Hasanah
A. Ceramah Umum / bayan (aqidah, syari’ah, muamalah)
B. Kajian kitab pilihan (Targhib wa tarhib, Bulughul Maram dan Riyadussalihin)

Pokok Ibadah
Adzan dan Iqomah
Mempelajari lafadz adzan dan iqamah secara tertulis
Mengenal arti / ma’na kalimat adzan dan iqamah secara tertulis
Menjawab adzan yang benar

Wudhu dan tayamum
Dzikir sebelum Wudhu
Tata cara wudhu sesuai rasulullah SAW
Dzikir sesudah wudhu
Tata cara tayamum

Shalat
C1.Shalat Secara Umum
Tata cara / kaifiyah shalat (gerakan)
Bacaan dalam shalat
Mengetahui ma’na / arti bacaan shalat
Dzikir – dzikir setelah shalat

C2. Shalat Berjama’ah
Mengenai Imam
Mengenai ma’mum
Tata cara mengatur saf 
C3. Shalat Musafir
Shalat diatas kendaraan
Shalat dalam perjalanan

C4. Shalat orang Sakit (tata cara)

Al Qur’an
Membaca Al Qur’an dengan benar
Memahami ma’na / arti per-kata didalam Al Qur’an
Keterangan / tafsir (penjelasan kandungan Al Qur’an)

Tanya Jawab Terbatas


Imam Shalat
Di Pulau papagarang terdiri dari satu masjid dan dua musholla. Ana menempati masjid yang imam tetapnya sudah ada. Namun mereka member kesempatan kepada ana untuk ngimami pada waktu shalat isak. Untuk dua musholla yang lain itu ana sedah pernah kunjungi semua dan mengadakan ceramah. Jumlah ma’mum untuk sholat rawatib rata – rata sekitar 10 sampai 30 orang

Kutbah Jum’at
Kutbah Jum’at di masjid , statusnya masjid di Mukin Ule Susu sholat jum’at olh orang satu Mukim dan sekitarnya. Mereka punya khatib sendiri, namun juga memberi kesempatan kepada anak untuk mendengar khutbah yang di sampaikan oleh khatib.

Kajian Kitab Islam
Kajian kitab pilihan (Targhib wa tarhib, Bulughul Maram dan Riyadussalihin) juga Al Qur’an.

Catatan Penting Berkaitan Dengan Permasalahan medan da’wah
1. Kondisi Geografis
TPA TGK Meurah Terletak di desa deunong kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar

2. Tanggapan masyarakat terhadap kedatangan da’i
Mayoritas masyarakat merespon dan Welcome dengan kedatangan da’i. karena sebelumnya sudah sering keluar masuk da’I dari jamaah berbagai Pondok pesantren sekitar dan juga ustadz-ustadz dari berbagai daerah. Namun juga ada orang yang mendonasikan ilmunya. Pada umumnya mereka senang karena putra-putrinya ada yang membimbing untuk ngaji.

3. Kondisi Penduduk (masyarakat)
Masyarakat Sekitar  TPA Tgk Meurah tinggal di dataran tinggi, Mayoritas mata pencahariannya adalah Bertani dan Buruh lepas, namun ada beberapa yang pegawai pemerintahan. Rumah mereka model panggung dengan lantai papan dan dinding bamboo serta daun ilalang dan beratab seng. Menurut catatan kantor desa per januari 2010, jumlah penduduk papagaranga adalah sebagai berikut : L: 673 P: 633 Jumlah: 1306 serta jumlah KK adalah 323.

3. Masalah/problema (hambatan)
Karena di desa ini tidak ada sumber , maka penduduk sangat kesulitan mencari 

Tidak ada listrik. Penerangan penduduk mayoritas dengan tenaga disel dari jam 6 sore -12 malam. dan diantara mereka menggunakan lampu lentera api (seperti lilin), 


Kisah Penggembala Kambing yang Hafal Al-Quran

Ia sengaja tidak memiliki radio dan televisi. Ia sengaja tidak membaca koran dan mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Tapi ia ingin hanya tahu informasi dari Allah dari al-Quran


SEORANG penggembala kambing, sebut saja namanya Urwah, dari negara Kuwait menceritakan kisahnya seperti yang ditulis oleh Syeikh Hamdan Hamud Al-Hajiri dalam kitabnya “Auladuna, Kaifa Yahfazhunal Qur`anBerikut adalah kisahnya.
Pada saat berangkat, aku merasakan dua hal yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Di satu sisi aku merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarga di kampung, namun di sisi lain aku merasa senang karena bisa pergi ke Arab Saudi. Ini kali pertama aku masuk bandara dan berpergian dengan pesawat terbang. Perasaan pun bercampur aduk, antara gembira, sedih, dan rasa takut. Semuanya aku rasakan saat itu.
Aku tidak sempat memikirkan tentang pekerjaan dan di mana aku akan bekerja setelah mendapatkan panggilan dari seseorang di Arab Saudi. Bagiku yang hanya lulusan SMA ini, diterima bekerja di Arab Saudi saja adalah sesuatu yang hebat; karena jarang bagi kalangan menengah ke bawah di kampungku untuk pergi ke luar negeri. Apapun pekerjaannya, yang penting halal dan hasilnya dapat aku tabung untuk kembali ke Kuwait.
Tak terasa, muncul dalam pikiranku tentang pakaian ihram yang ingin aku gunakan pada musim haji dan cita-citaku untuk menghafal al-Quran selama berada di Arab Saudi. Inilah cita-citaku semenjak lama. Sungguh aku akan berusaha menghadapi semua kesulitan untuk menggapai cita-citaku itu.
Perasaan takut lalu berubah menjadi tenang ketika aku tenggelam bersama cita-citaku tersebut. Namun, pikiranku seketika buyar bersamaan dengan datangnya seorang petugas bandara yang meminta paspor. Aku lalu menyerahkan pasporku kepadanya. Petugas itu bertanya,
“Apa pekerjaanmu? Penggembala kambing?”
“Iya.“
Aku jawab dengan tegas pertanyaannya.
Setelah mengambil barang bawaan, aku keluar bandara. Aku melihat namaku yang tertulis di kertas besar dibawa oleh seseorang. Ternyata, dia adalah majikanku. Dia menyambutku dengan senyuman.
Setelah itu, aku masuk mobil majikanku yang tengah parkir di sana. Aku melihat lampu kota dari kejauhan yang perlahan menghilang seiring dengan laju kendaraan yang membawa kami. Pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti dari majikanku. Berapa tahun kamu pernah menggembala kambing? Apakah engkau dapat mengenali penyakit-penyakit kambing? Dan banyak pertanyaan lainnya.
Setelah pertanyaan-pertanyaan yang banyak, rasa kantuk mulai menguasaiku. Majikanku mulai memberikan nasihat-nasihat, “Jangan kamu putus asa! Janganlah kamu takut! Kamu harus bersemangat dan bersungguh-sungguh.”
Kami sampai di kemah kecil setelah melalui jalan-jalan yang berliku. Kemudian majikanku berkata, “Inilah tempat tinggalmu.” Aku merasa senang dengan tempat yang luas serta suasana yang tenang dan indah. Kemahku berada di dataran tinggi yang dikelilingi oleh tumpukan jerami dan gandum. Dalam kemahku yang sederhana terdapat sebuah ruangan kecil yang berfungsi sebagai dapur.
Pagi harinya, aku menunaikan shalat Subuh setelah terbangun dari tidurku yang pulas karena baru pertama kali melakukan perjalanan yang jauh.
Hari Pertama Mengembala
Pengembala kambing, ya tetap pengembala kambing. Aku tidak menyesal bekerja sebagai pengembala kambing lagi di negeri yang jauh dari negeriku. Meskipun di negaraku juga bisa mengembala kambing, tapi seperti yang aku katakan, cita-citaku ke Arab Saudi adalah menunaikan ibadah haji dan menghafal Al-Qur`an hingga 30 juz.
Aku memulai hari pertamaku bekerja. Aku lihat kambing gembalaanku satu persatu, lalu aku membiarkannya berjalan di depan, dan aku mengikutinya sambil membawa bekal untuk makan siang nanti. Aku tunggangi pungung kudaku dan berdoa seperti yang tercantum dalam firman Allah Ta’ala,
“Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya ”(QS. Az-Zukhruf: 13)
Debu-debu beterbangan dari bekas pijakan kaki kambing yang sedang berjalan dengan perlahan. Aku hidup di gurun, bukan di tanah subur yang mana seseorang bisa mengembalakan kambingnya dengan mudah. Memang butuh perjuangan yang hebat untuk mencari tempat pengembalaan kambing.
Dari kejauhan, sebuah kemah mulai terlihat. Kemah itu adalah tempat tinggal pengembala kambing yang juga bekerja dengan majikanku. Di sana ada beberapa orang yang tengah beristirahat. Sesampai di sana, setelah memperkenalkan diri kepada teman-teman dengan profesi yang sama, aku langsung berwudhu, lantas mengumandangkan azan untuk shalat Zuhur. Gema suara azanku terdengar di sekeliling kami. Setelah merasa aman karena kambing-kambing gembalaan berada tidak jauh dariku, maka aku mengerjakan shalat berjamaah. Setelah itu, aku meneruskan perjalananku yang jauh.
Dalam perjalanan, aku teringat akan keluargaku dan penduduk kampungku. Aku teringat pula waktu awal menghafal Al-Quran di negeriku. Yang paling kuingat adalah ucapan ayahku. Beliau berpesan agar aku menghafal Al-Qur`an hingga khatam. Aku berkata dalam hati, “Ini adalah kesempatan yang tak tergantikan dengan apa pun dan merupakan ‘harta rampasan’ yang didapat tanpa susah payah, karena aku tidak mempunyai kesibukan yang menghalangiku untuk melaksanakan pesan ayahku itu.”
Tatkala tiba waktu pulang, aku telah mengambil sebuah keputusan yang sangat penting, yaitu aku akan mulai menghafal Al-Quran selama di Arab Saudi ini, Insya Allah. Ya, aku akan menghafal Al-Qur`an. Aku bersyukur kepada Allah atas petunjuk-Nya dan atas waktu yang kosong ini. Lagi pula, pekerjaanku berada di luar kota yang jauh dari kebisingan. Walaupun kehidupan di sini sulit dan keras, tetapi aku merasa senang karena tidak ada waktu untuk bergunjing, mengadu domba, dan memfitnah orang lain. Suasana pekerjaanku sangat kondusif dan jauh dari semua hal-hal yang tidak berguna.
Kemudian aku pulang ke kemahku dengan kelelahan. Sebelum masuk kemah, domba dan kambing terlebih dahulu digiring menuju ke sumber air. Kemudian aku mengambil air wudhu dan mengumandangkan azan Maghrib di kemahku. Bersama teman-teman yang lain aku mengerjakan shalat maghrib berjamaah.
Inilah hari pertamaku kerja di negeri ini dan demikianlah hari-hariku yang lain, kecuali hari Jum’at; karena pada waktu itu aku melakukan shalat Jum’at.
Hari demi hari berlalu dan tibalah musim haji. Majikanku yang baik hati mengizinkanku pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Singkat cerita, setelah selesai, aku kembali ke tempat majikanku yang berada di wilayah timur negara Arab Saudi. Aku sudah berterus terang kepada majikanku bahwa tujuan utamaku ke Arab Saudi selain untuk bekerja adalah melaksanakan ibadah haji. Namun, dia menanggapinya dengan senyuman seraya berkata, “Bersabarlah sebentar, tinggallah beberapa bulan lagi di sini.”
Oleh karena itu, tidak ada hal lain lagi yang kuharapkan selain menuntaskan hafalan al-Quran. Maka dengan sungguh-sungguh aku membulatkan tekadku untuk itu. Aku selalu berusaha, bersabar, dan berdoa kepada Allah Ta’ala agar memberikanku petunjuk-Nya untuk menghafal al-Quran sehingga akhirnya Allah Ta’ala memberikan karunia-Nya, yang mana aku dapat mengkhatam hafalan Al-Quran sekitar 10 bulan lebih semenjak datang ke Arab Saudi. Apakah engkau ingin mengetahui bagaimana aku bisa menghafal al-Quran?
Mulai Menghafal Al-Quran
Pada setiap pagi setelah shalat subuh aku menghafal ayat-ayat al-Quran sebanyak dua lembar. Setelah mengembala kambing, dan hendak pulang ke kemah, aku mengulang kembali hasil hafalanku yang kudapat pagi tadi, lalu hafalan itu diulang kembali pada keesokan harinya.
Keesokan harinya, sebelum berangkat menggembala kambing, aku mengulangi hafalanku yang kemarin. Apabila hafalanku yang kemarin itu sudah mantap, maka aku mulai menambah hafalanku dengan ayat-ayat yang baru. Hal yang sama juga aku lakukan ketika pulang ke kemah, yakni mengulangi kembali hasil hafalanku pagi tadi dan mengulang kembali hafalan hari ini pada keesokan harinya lagi. Adapun hari Kamis dan Jum’at aku khususkan untuk mengulang semua hafalanku.
Pada saat beristirahat, salah seorang temanku -yang menceritakan kisah ini kepada Syeikh Hamdan Hamud Al-Hajiri- bertanya sambil terheran-heran,  “Kamu tidak memiliki radio dan televisi. Kamu juga tidak membaca koran, lalu bagaimana kamu mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Kamu benar-benar terpisah dari dunia luar.”
Sambil membetulkan posisi duduk, aku katakan, “Sungguh, rasa khawatirku terhadap sesuatu menjadi berkurang. Pada waktu kosong ini, aku sibuk memeriksa penyakit kambing-kambingku atau menjahit bajuku yang sobek. Inilah kejadian-kejadian yang luar biasa bagi diriku. Adapun kabar terhangat adalah kabar yang disebutkan dalam firman Alah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Sementara itu, peristiwa yang paling agung adalah peristiwa diutusnya para nabi beserta orang-orang beriman yang mengikutinya, bagaimana dakwah mereka dan cobaan yang menimpa mereka. Bagi saya, berita-berita yang ada koran dan majalah tidak begitu penting. Biarlah saya menyibukkan diri dengan kabar yang datang dari Tuhan yang disembah para makhluk di dunia ini.”
Subhanallah, sungguh kuat keinginan si pengembala kambing ini untuk mengisi hari-harinya dengan al-Quran. Kesibukan bekerja bukanlah sebuah alasan baginya untuk tidak menghafal al-Quran. Hal yang terpenting bagi kita adalah berniat sepenuh hati untuk menghafal al-Quran, lalu melaksanakannya, kemudian istiqamah (kosisten) menjalaninya.
Seharusnya, kecanggihan teknologi pada masa ini kita manfaatkan untuk menghafal Al-Quran. Pada masa dahulu, barangkali cuma ada kaset atau cakram padat (CD) yang bisa kita dengarkan untuk menghafal atau mengulang hafalan Al-Quran. Pada masa sekarang, banyak rekaman para qari Timur Tengah maupun dalam negeri dalam format MP3 yang bisa kita unduh dari situs resmi, lalu kita simpan dalam telepon genggam, sehingga bisa didengar kapan pun kita inginkan. Daripada mendengarkan musik yang hukumnya masih diperdebatkan oleh para ulama, lebih baik mendengar tilawah Al-Quran. Mengerti atau tidak maknanya, Anda sudah mendapatkan pahalanya.
Jangan terpengaruh oleh ucapan orang, “Untuk apa menghafal Al-Quran, toh kamu tidak mengerti.” Atau, “Yang penting adalah mengamalkan Al-Quran, bukan sekadar menghafalnya.”
Itu hanya ucapan orang-orang yang tidak mau menghafal Al-Quran. Dia tidak tahu bahwa membaca dan menghafal itu pintu pertama untuk mengerti dan mengamalkan Al-Qur`an. Bukankah waktu kecil dulu kita disuruh membaca dan menghafal bacaan shalat secara sempurna tanpa mengetahui maknanya sama sekali? Atau bahkan sebagian dari kita masih belum mengerti apa yang dia baca sampai sekarang?
Tunggu apalagi, marilah kita menghafal Al-Quran selagi hayat masih di kandung badan. Berusaha untuk menghafal Al-Quran dengan membacanya berarti kita memperbanyak satu ibadah lainnya, yakni menyeringkan bacaan Al-Quran. Banyak hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menganjurkan kita untuk membaca Al-Quran, di antaranya adalah yang diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili, yang mana dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al Qur`an) dan menghinakan yang lain.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya (kepada orang lain).”(HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).
Semoga kita termasuk orang-orang yang gemar membaca Al-Quran, memahami maknanya, menghayatinya, mengamalkannya, menghafalnya, lalu mengajarkannya.*/ Yumroni Askosendra

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !